9 Peluang Kerja yang Menjanjikan untuk Lulusan Farmasi

Sebagai salah satu cabang dari ilmu kesehatan, farmasi merupakan ilmu yang mempelajari seluk beluk obat-obatan, mulai dari penelitian, hingga penggunaannya untuk pengobatan penyakit. Dalam dunia kedokteran, farmasi memiliki peran penting yaitu untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Farmasis bertanggung jawab untuk dapat menyediakan obat yang aman dan efektif bagi para pasien. Regulasinya telah jelas tertuang di dalam Peraturan Pemerintah No. 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. 

Bagi mahasiswa maupun alumni jurusan farmasi, penting untuk mengetahui peluang kerja lulusan farmasi apa saja yang dapat diambil. Secara umum, profesi dalam dunia farmasi terbagi menjadi tiga, yaitu farmasis klinis, farmasis industri, dan farmasis akademis. Farmasis klinis bekerja pada fasilitas kesehatan dengan tugas pokok yaitu memberikan pelayanan dan pemberian obat-obatan kepada pasien, farmasis industri bekerja dengan menerapkan teknologi obat-obatan di bidang industri, sedangkan farmasis akademis bekerja di lingkungan pendidikan.

Berikut ini adalah 9 profesi atau peluang kerja lulusan farmasi: 

1. Apoteker

Merujuk pada laman Kemenkes, bahwa definisi apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker.

Seorang apoteker harus sudah menempuh pendidikan sarjana farmasi yang umumnya ditempuh selama empat tahun dengan gelar S.Farm. (sarjana farmasi) atau S.Si. (sarjana sains). Kemudian berlanjut kepada pendidikan profesi apoteker selama kurang lebih satu tahun hingga mendapat gelar Apt.

Apoteker merupakan farmasis klinis yang dapat bekerja di klinik, rumah sakit, atau apotek yang bertanggung jawab memastikan bahwa pasien menerima obat yang sesuai dengan peresepan yang dikeluarkan oleh dokter. Resep tersebut dipastikan harus dalam dosis yang tepat, serta aman dan efektif. Apoteker juga berperan sebagai pengawas atas peresepan tersebut, yaitu memberi koreksi atau masukan kepada dokter untuk dapat melakukan optimalisasi terapi pada pasien.

2. Teknisi Farmasi

Teknisi farmasi merupakan tenaga profesional yang membantu apoteker dalam melakukan pekerjaan kefarmasian. Setelah apoteker meninjau dan menyetujui resep, berikutnya teknisi farmasi akan memproses pengisian resep, melakukan pengemasan untuk kemudian diberikan kepada pasien. Teknisi farmasi juga bertanggung jawab mengelola apotek, yaitu dalam hal menjaga ketersediaan obat serta penyimpanan obat dalam keadaan baik dan aman. 

3. Peneliti Farmasi

Peneliti farmasi adalah tenaga profesional yang bertugas melakukan penelitian dan pengembangan farmasi. Umumnya, mereka bekerja di bawah naungan instansi pemerintah atau swasta yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan kesehatan. Contohnya yaitu LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Dexa Medica, dan lainnya.

Peran peneliti farmasi sangat dibutuhkan terutama dalam rangka menemukan pengobatan baru untuk penyakit dan kondisi medis yang belum terpenuhi. Mereka juga berperan dalam menciptakan protokol baru, melakukan serangkaian uji coba, serta menguji keamanan dan efektivitas obat sebelum dapat diberikan kepada pasien.

4. Industri Farmasi

Posisi yang dapat diisi oleh alumni jurusan farmasi di sektor industri yaitu product development specialist dan quality assurance. Tidak hanya pada sektor industri obat, lulusan farmasi juga dapat menempati posisi tersebut pada industri produk skincare atau kecantikan, juga industri makanan.

Produsen produk kecantikan memerlukan tenaga product development specialist untuk dapat menemukan formula untuk produk kecantikan baru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, tidak hanya dibutuhkan skill farmasi saja, namun juga dibutuhkan kemampuan market research.

Seorang quality assurance (QA) bertugas untuk memastikan kualitas produk obat, alat kesehatan, makanan atau kosmetik telah memenuhi standar mutu yang diperlukan. Selain itu, QA juga bertugas melakukan penilaian risiko, menjamin kepatuhan terhadap pedoman peraturan, serta melakukan penyelidikan jika terdapat masalah kualitas.

Baca Juga : Peran Teknologi dalam Mengubah Lanskap Pertambangan Batu Bara

5. Konsultan Farmasi

Peluang kerja lulusan farmasi berikutnya yaitu konsultan farmasi. Konsultan farmasi berperan dalam memberikan nasihat ahli mengenai penggunaan obat-obatan serta kebijakan farmasi kepada berbagai institusi kesehatan. Mereka biasanya dibutuhkan oleh perusahaan farmasi untuk membantu perumusan ide bisnis, pengawasan operasional, penjaminan mutu, hingga proses pemasaran produk. 

6. Tenaga Pengajar

Selain menjadi konsultan, lulusan farmasi dapat menjadi tenaga pengajar. Untuk menjadi dosen, maka sarjana farmasi harus melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana dan studi profesi. Sedangkan untuk menjadi guru farmasi, yang biasanya dibutuhkan pada Sekolah Menengah Kejuruan, cukup dibutuhkan ijazah S1/D3. 

Tenaga pengajar merupakan perantara antara dunia penelitian farmasi dan kelas. Mereka berperan dalam menyampaikan keilmuan farmasi kepada para mahasiswa yang merupakan calon tenaga profesional di bidang farmasi.

7. Penulis Medis

Seorang penulis medis memiliki pengetahuan tentang farmasi dan kesehatan serta kecakapan dalam hal penelitian sehingga ia dapat melakukan penulisan dokumen yang berisi tentang berbagai informasi medis, teori atau praktik sains yang dapat dipahami dengan jelas oleh para pembaca awam. Penulis medis membantu dalam penyusunan buku panduan pengobatan, artikel jurnal, laporan studi klinis, maupun brosur untuk pasien.

8. Regulatory Affairs 

Regulatory Affairs memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa produk farmasi yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan telah memenuhi persyaratan ketentuan yang berlaku (menurut BPOM dan Kemenkes). Tugas-tugas Regulatory Affairs antara lain yaitu menyusun dokumen pengajuan registrasi produk, melakukan pendaftaran produk, serta memastikan produk masih dalam rentang waktu perijinan yang berlaku. 

9. Medical Representative

Sekalipun posisi ini dapat diisi oleh sarjana dari berbagai jurusan, namun apabila sarjana farmasi mengisi posisi ini akan menjadi nilai lebih. Seorang medical representative (medrep) merupakan perwakilan dari perusahaan farmasi untuk memasarkan produk kepada para pelanggan, yaitu dokter, apoteker, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya.

Medrep dituntut untuk memiliki product knowledge yang baik terhadap produk yang dipasarkan agar dapat memberikan informasi yang tepat kepada pelanggan. Informasi tersebut bisa berupa manfaat obat, cara penggunaan maupun efek sampingnya.

Selain mengetahui peluang kerja lulusan farmasi yang tersedia, penting juga bagi setiap alumni jurusan farmasi untuk dapat memiliki jaringan kerja sama dengan sesama profesi, memperluas wawasan tentang dunia farmasi, maupun berkontribusi secara aktif dalam skala nasional. Hal tersebut dapat terpenuhi dengan cara bergabung dengan komunitas atau asosiasi profesi, contohnya yaitu PAFI. Semoga artikel ini dapat membantu para mahasiswa maupun alumni yang akan merintis karier di dunia farmasi.

Tags: , ,