Arisan kurang dua hari lagi, tapi sampai saat ini bu Bejo belum memegang uang sama sekali. Sebulan terakhir ini, pekerjaannya sebagai reseller peralatan rumah tangga belum menghasilkan sama sekali. Padahal ia sudah rajin mengunggah foto-foto produknya di status whatsapp. “Apa aku coba jualan yang lain ya? Baju anak? Sprei?” gumamnya galau.
Ting. Sebuah pesan whatsapp masuk di grup ibu-ibu PKK RT 10. Ternyata ibu bendahara RT yang mengirimkan pesan. Beliau mengingatkan bahwa pertemuan PKK akan diadakan di rumah bu Ningsih hari Minggu. Tiba-tiba muncul ide di kepala bu Bejo. Secepat kilat ia mencari nama bu Titik di aplikasi whatsapp nya. Wah, orangnya lagi online, mantap ini, sorak bu Bejo dalam hati.
Assalamualaikum bu Titik. Maaf mengganggu.. Mau tanya, apa saya bisa pinjam uang dari PKK nggih? Setahu saya itu bisa dipinjamkan ke anggota ya bu?
Tidak menunggu lama, bu Titik, sang bendahara PKK mengirimkan balasannya.
Waalaikumsalam bu Bejo. Iya betul bu, uang simpanan anggota bisa dipinjam. Silakan bu Bejo kalau butuh, bisa pinjam. Nanti mengembalikannya ditambah dengan jasa peminjaman sebesar 10%.
Senyum merekah di wajah bu Bejo. Buru-buru ia membalas pesan tersebut.
Oh, baiklah.. Kalau begitu saya pinjam 500.000 ya bu. Nanti yang 100.000 saya buat bayar arisan bulan ini. Jadi saya nanti terimanya 400.000. Benar begitu ya bu?
Betul bu Bejo. Maksimal mengembalikannya tiga bulan nggih.
“Hmm…tiga bulan? Berarti bulan Juni nanti aku harus mengembalikan lima ratus lima puluh ribu. Duuh..bisa ngembalikan nggak ya…”, gumam bu Tejo sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Terdengar pintu depan dibuka dan ditutup kembali. Nampaknya Bagus sudah pulang dari bermain di rumah temannya. “Buk…aku minta uang dua puluh ribu buat beli buku ngaji sama satu lagi apa gitu buk aku lupa. Tadi disuruh sama pak ustadz” ujar Bagus, menghampiri ibunya di kamar.
Bu Bejo menghela nafas perlahan. Pandemi ini betul-betul menguras kesabarannya, terutama dalam hal finansial. Penghasilan suaminya dari berjualan pangsit mie keliling berkurang banyak, walhasil uang belanja pun disunat. Baru sebulan ini pak Bejo banting setir berjualan via GoFood, dengan harapan bisa mendongkrak pendapatan. Untung saja mereka mendapat bansos dari pemerintah. Bagas juga mendapat bantuan kuota belajar untuk kegiatan daringnya. Tapi tetap saja, banyak pengeluaran tak terduga yang selalu membuat pusing kepala.
***
Baca Juga Cerita Pendek Ini : Hari Pembalasan
