Tips Memilih Furnitur ala Desain Interior Jepang

Salah satu konsep desain interior yang diminati oleh banyak kalangan yaitu desain interior Jepang. Kebanyakan dari kita mungkin akan membayangkan sebuah interior yang minimalis setiap mendengar konsep desain interior tersebut. Minimalis, atau bisa dikatakan sederhana. Namun, konsep sederhana tersebut tidaklah benar-benar sederhana. Terdapat hal-hal mendasar di dalam konsep desain interior Jepang, yang telah beabad-abad tahun yang lalu diterapkan oleh masyarakat Jepang kuno. Kalau kamu ingin rumahmu bergaya jepang, pahami dulu konsep dasar desain interior Jepang agar nanti tidak salah langkah.

Konsep Rumah Tradisional Jepang

Shakkei

Shakkei (bahasa inggris : borrowed scenery) secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya untuk menghadirkan elemen-eleman alam ke dalam sebuah desain taman. Tujuan utamanya adalah agar setiap orang yang melihat taman tersebut mampu merasakan sensasi harmoni yang serupa dengan yang mereka rasakan ketika berada di alam bebas.  

Shakkei dapat diwujudkan antara lain dengan cara :

  • menghadirkan sebuah taman mini di dalam rumah,
  • menambahkan elemen kayu, batu atau bambu pada furnitur,
  • menggunakan warna-warna natural pada perabot maupun dekorasi rumah.
Konsep Shakkei yang diterapkan pada sebuah desain rumah tinggal di Portland, Oregon (arsitek : Kengo Kuma)
sumber : https://www.dezeen.com

Zen

Zen dipahami sebagai sebuah cara hidup masyarakat Jepang kuno yang identik dengan kedamaian dan kejernihan hati, jauh dari segala hal negatif yang berasal dari pikiran manusia sendiri. Mereka mempunyai motto “less is more”, bahwa keindahan dan kecukupan hanya dapat ditemukan dalam kesederhanaan. Masyarakat Jepang modern tetap mempertahankan konsep tersebut, dengan cara menyeimbangkannya dengan tuntutan kehidupan mereka yang modern.

Desain Interior Jepang dengan konsep Zen
sumber : https://www.lorddecor.com

Masyarakat Indonesia lebih memahami istilah Zen dalam satu kata : minimalis. Minimalis dalam kaitannya dengan desain interior dapat dimaknai sebagai sebuah ruang dalam yang memanfaatkan sejumlah perabot yang bersifat fungsional, penggunaan warna yang tidak melebihi dari dua warna, serta biasanya memiliki bentukan geometris yang rapih dan teratur. Dalam konsep minimalis, dekorasi yang berlebihan jelas tidak dibutuhkan.

Area Genkan

Genkan merupakan sebuah area transisi antara bagian luar rumah dengan bagian dalam rumah. Setelah tamu memasuki rumah, ia akan melepas alas kaki yang ia gunakan, meletakkannya pada rak sepatu, lalu memakai sandal rumah yang telah disediakan oleh pemilik rumah. Keberadaan genkan ini dapat mencegah masuknya debu atau kotoran -yang mungkin terbawa oleh tamu- ke dalam rumah. Pemilik rumah juga dapat memanfaatkan area ini untuk menerima tamu yang tidak ada keperluan untuk masuk ke dalam rumah, seperti pengantar paket, pengirim makanan atau tamu yang hanya singgah sebentar.

Area Genkan
sumber : https://skdesu.com

Baca Juga : 7 Tips Desain Interior Rumah Minimalis, Bikin Rumah Makin Manis

Tips Memilih Furnitur untuk Desain Interior Jepang

Secara garis besar, dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur utama dalam desain interior jepang adalah alami dan minimalis. Alami memiliki arti bahwa desain interior harus melibatkan unsur alam yang diterapkan baik pada pemilihan material furnitur, dekorasi, maupun penggunaan elemen vegetasi di dalam ruangan. Selain itu, pemilihan model furnitur, bukaan pintu – jendela, tata letak pencahayaan maupun dekorasi dinding harus bersifat fungsional dan hemat.

Salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah pemilihan jenis furnitur yang tepat untuk dapat digunakan pada konsep interior ala jepang. Tidak semua model furnitur dapat diterapkan pada konsep ini. Lalu bagaimana cara memilih furnitur yang tepat untuk dapat digunakan pada interior bernuansa Jepang?

Material alami : kayu atau bambu

Di dalam kamus interior Jepang, salah satu cara terbaik untuk mencapai harmoni yang baik dengan alam adalah dengan menambahkan elemen kayu atau bambu ke dalam rumah. Sejak dahulu, masyarakat Jepang memanfaatkan keindahan tekstur kayu dan mengaplikasikannya pada semua elemen dekorasi rumah, tak terkecuali furnitur.  Terkait dengan material alami tersebut, maka warna umum furnitur interior Jepang adalah warna-warna natural atau warna pastel. Warna kayu (nuansa coklat) mendominasi warna furnitur Jepang, kemudian disusul oleh warna abu-abu sebagai apresiasi dari warna bebatuan alam.

Furnitur dengan warna-warna alam pada desain interior Jepang
sumber : https://artfasad.com

Furnitur yang rendah

Ciri khas furnitur Jepang berikutnya adalah memiliki ketinggian yang rendah. Bahkan pada adat seremonial minum teh mereka cukup menggunakan bantal lantai sebagai meja. Hal ini merupakan representasi dari konsep open-space, yakni menciptakan pemandangan di dalam rumah yang bebas. Sehingga, perabot dengan ketinggian yang standard / umum kurang tepat untuk digunakan pada rumah dengan konsep interior Jepang.

Tempat tidur rendah
sumber : https://www.classicfurniture.ae

Desain interior jepang identik dengan minimalis

Minimalis identik dengan fungsional, sehingga perabot tersebut benar-benar memiliki kegunaan. Secara keseluruhan tata atur ruangan, tidak boleh ada satu furnitur pun yang bersifat pemborosan atau tidak memiliki kegunaan. Ruang negatif dan ruang positif haruslah seimbang. Ruang negatif adalah ruang kosong, tanpa adanya perabot, sedangkan ruang positif adalah sebaliknya. Apabila diperlukan sebuah dekorasi, baik di dinding atau lantai, dekorasi tersebut tidaklah dipasang tanpa makna. Dekorasi yang dipilih adalah dekorasi simbolis.

sumber : https://www.minimalism.one

Pelengkap furniture : lantai tatami dan pintu geser

Ya, mungkin akan terlihat aneh jika furnitur ala Jepang diaplikasikan pada rumah dimana model pintu nya bukan pintu geser dan lantai tidak tertutup oleh tatami (karpet tebal terbuat dari jerami), seperti halnya yang selalu ada pada interior rumah Jepang. Pintu geser (Shoji) khas Jepang terbuat dari lapisan semi-transparan yang dibingkai oleh kusen kayu. Saat ini, telah tersedia pintu geser modern, berupa lembaran kaca dibingkai kayu yang umum dijual secara online. Sedangkan tatami dapat digantikan dengan karpet tebal polos dengan warna mirip jerami yang telah banyak tersedia di marketplace. Maka, tidak ada halangan berarti untuk menghadirkan suasana Jepang ke dalam rumah.

Harmonisasi antara jendela, lantai tatami, furnitur dan dekorasi pada desain interior Jepang
sumber : https://homedecorbliss.com

Selama ini jika terdapat furnitur yang memiliki dekorasi bentuk naga atau ukiran huruf kanji, maka masyarakat akan dengan cepat memutuskan bahwa itu adalah furnitur Jepang. Hal tersebut adalah asumsi yang belum tentu benar. Sebuah furnitur dapat dikatakan sebagai furnitur Jepang jika memiliki kaidah-kaidah seperti yang tersebut diatas. Walau tanpa dilengkapi dengan ukiran huruf kanji pun, furnitur tersebut tetap dapat dikatakan sebagai furnitur Jepang.

Semoga tips-tips di atas dapat membantumu untuk mewujudkan desain interior jepang di rumah, ya. Jika masih bingung harus memulai darimana, ada baiknya kamu meminta bantuan dari konsultan arsitektur atau desainer interior yang terpercaya. Selamat berkreasi!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top